Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Kisah Seks Gangbang Oleh Anak-Anak Lendir

Viral Kisah Seks Gangbang Oleh Anak-Anak Lendir

 Topoin.com - Aku menyerahkan sebuah shopping bag berisi handphone kepada Rully kemudian aku berangkat meninggalkan mereka semua. Dari balik kaca mobil aku masih melihat Rully sangat terkejut dan senang, yah keinginannya sudah terwujud, selama ini dia berusaha menabung untuk membeli HP seperti teman-temannya yang sudah menggunakan HP. Karena aku sayang padanya maka memberinya sebagai hadiah.


Aku masih mendengar teriakan Rully “mas Raffel terima kasih banyak..! hati-hati mas” kuhentikan mobil sejenak dan kulambaikan tangan kepada Rully “selamat berpisah Rully” kuucapkan dalam hati dan melanjutkan perjalananku. Kutinggalkan komplek perumahan yang aku huni setahun lebih, rumahku yang pernah meninggalkan kenangan bersama Rully, “Selamat tinggal Rully jadilah anak yang baik demi masa depanmu”.
Hal pertama yang aku kerjakan setiba di apartemenku, aku menggantung foto tony di dinding kamarku. Sengaja kugantungkan dengan sudut pandang yang tepat dari tempat tidurku, sehingga jika aku ingin tidur bisa mudah menatap foto tony. Apartemen ini cukup strategis, suasananya tenang aku merasakan seakan tempat ini penuh kedamaian. Tapi siapa yang tahu kehidupan kita bisa berubah?
Aku tinggal dalam apartemenku ini hampir tiga tahun, tetapi justru pada masa inilah yang membentuk aku menjadi seseorang petualang cinta sesama jenis. Tinggal di apartemen ini membuat aku mudah tergoda dan mudah mendapatkan akses untuk berhubungan homoseks. Aku mengenal puluhan remaja dan pemuda dari semua type kurasakan kenikmatan tubuh mereka yang pada umumnya masih kuliah atau bersekolah. Yaa kehidupanku di sini bersama ANAK-ANAK NAKAL.
Kadang-kadang ada perasaanku ingin melepaskannya tetapi aku tak kuasa melawan rangsangan-rangsangan yang mereka luapkan membuat aku terus ingin menikmatinya. Namun apa yang aku peroleh bukan kebahagian, keseringan terjadi kekecewaan dalam hidupku. Di sinilah karakterku benar-benar terbentuk hingga akhirnya aku berjumpa kembali dengan tony yang berusaha menyadarkan aku.
“Aku pernah menyayangi seorang bocah yang kukenal sejak dia berusia 12 tahun, ketika aku benar-benar memilikinya dan aku sangat membutuhkannya dia meninggalkanku saat berusia 16 tahun untuk membentuk masa depannya. Walau hidupku menjadi goncang saat ditinggalkannya tetapi aku selalu ingat bahwa aku masih memilikinya sebagai tanggung jawabku sampai aku tidak memiliki kehidupan di dunia ini lagi. Aku sudah berjanji padanya dan aku harus menepatinya.
EPILOG:
Sudah lama aku duduk di bangku ruang tunggu ini, sebenarnya aku sangat mengantuk sekali karena semalam aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan hari yang aku tunggu ini, merencanakan apa yang akan aku lakukan sepanjang hari ini. Memang aku tidak sabar karena perasaan bahagia sehingga aku datang terlalu awal 60 menit, “ah” kuputuskan sebaiknya aku nongkrong di mc Donald saja. Sambil menikmati French-fries dan softdrink aku menulis SMS “saat ini aku sedang makan di mc-Donald dan aku akan ikuti permintaanmu aku tunggu di sini”.




Mataku terus mengawasi kalau kalau dia telah datang menghampiriku. Saat kulihat kedatanganya, aku memandangi terus dengan rasa penasaran yang tinggi tapi aku tidak akan berdiri dan tidak akan kuhampiri, dia yang akan menghampiriku itu permintaannya. Ketika telah sampai di depanku, kupikir dia akan memelukku, tetapi dia malahan diam berdiri di depanku. Aku memandanginya dari ujung rambut hingga ujung kakinya, dia seorang pria yang sangat tampan, manis dan sayang padaku.
Saat aku ingin berdiri memeluknya dia mengapaiku dan memeluk tubuhku dan kubalas pelukannya “salam tony manja yang aku rindukan setiap saat” tony menguatkan pelukannya. Aku merangkul pundaknya sambil menuju ke tempat parkir. Lanjut baca!

Viral Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 3

Viral Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 3

 Aopok.com - Setelah 30 menit, John muncul dengan bertelanjang bulat, sambil mengangkat ciciku yang memeluk leher John agar tidak jatuh ke belakang karena John hanya memegangi pantat ciciku dengan kuat, posisi yang sama ini juga dilakukan John saat memperkosa ciciku dua minggu lalu, tampak kemaluan John masih menyodok-nyodok dengan brutal liang kemaluan ciciku sambil berjalan, menyebabkan tubuh ciciku terguncang dan ciciku merintih-rintih dengan suara parau.


Di hadapanku dan gerombolan bajingan itu, John terus memompa ciciku, tiba-tiba tampak tubuh ciciku bergetar hebat dan tubuhnya menggelinjang, kaki ciciku terangkat dan tampak otot paha dan betisnya mengencang tegang sambil dari mulut ciciku terdengar suara, “Ohh..” yang panjang, ciciku mengalami orgasme yang hebat di pelukan John, si John terbahak-bahak saat tubuh ciciku tampak lemas setelah orgasme, John mengejekku, “Dulu elo liat kakak elo ini sampai pingsan gue entot, gue berani tarohan kakak elo ini nggak lebih kuat dibanding dulu!” John terus mengocok dengan brutal, dan benar saja, pelukan ciciku pada leher John terlepas dan kembali kejadian dua minggu lalu terulang, tubuh ciciku terjuntai jatuh, namun John masih terus menyodok kuat batang kemaluannya ke dalam liang senggama ciciku, dengan kejam ia terus mengsenggamai ciciku yang telah jatuh pingsan.

Akhirnya John orgasme, dan menumpahkan banyak sperma ke atas wajah dan payudara ciciku, sehingga wajah ciciku mandi sperma. Ia tertawa puas, “Hahaha.. enak buanget ini cewek..!” Kemudian anak buah John mengambil 4 buah gelas berukuran cukup besar, mereka rupanya ingin mengumpulkan sperma mereka ke dalam gelas-gelas tersebut, entah untuk tujuan apa. Perkosaan itu terus berlanjut dengan brutal, kini tangan ciciku diikat di atas sebuah palang yang dapat diatur tingginya, lelaki yang mendapat giliran memperkosa ciciku mengatur tinggi palang sehingga posisi liang kemaluan ciciku tepat berada di depan kemaluannya, karena tubuh lelaki itu yang cukup tinggi, maka kaki ciciku tidak menyentuh lantai dan terpaksa tergantung dengan tangan terikat ke atas, ciciku tersadar dan menangis menahan perih pada tangannya, sementara lelaki itu mengangkat paha kanan ciciku dan mulai memasukkan batang kemaluannya yang besar dan panjang ke dalam liang kemaluan ciciku, dan mulailah ia mengocok ciciku tanpa ampun sambil tangan kanannya memegangi paha ciciku agar tetap terangkat, tangan kirinya dengan buas meremas dan memijat kedua buah dada ciciku bergantian, puting susu ciciku sesekali dicubit dengan keras, ciciku hanya dapat merintih-rintih dengan lemah, setelah puas dengan posisi itu.

Kini ciciku diikat pada kakinya dan digantung dengan kepala di bawah. Dalam keadaan tubuh ciciku yang terbalik itu, lelaki itu lalu memaksa ciciku menghisap-hisap batang kemaluannya sementara ia memperkosa liang kemaluan ciciku menggunakan jari-jarinya, tidak puas dengan hanya memasukkan jarinya, ia juga mengocok liang kemaluan ciciku menggunakan botol kecap berukuran kecil, setelah itu ia mengikat tangan ciciku di belakang punggung, ciciku dibaringkan di kasur yang telah disiapkan di lantai, lalu dengan buas tubuh telanjang bulat ciciku itu diperkosa habis-habisan oleh lelaki itu hingga orgasme dan menyemprotkan spermanya ke buah dada ciciku, lalu ia juga mengumpulkan spermanya ke dalam gelas-gelas yang kosong tadi.

Tak terasa sudah 14 orang yang memperkosa ciciku dengan buas, sudah tiga gelas yang penuh dengan sperma, ciciku telah pingsan berkali-kali, namun selalu disadarkan lagi dan kembali diperkosa dengan luar biasa brutal. Aku merinding membayangkan masih ada 24 pria lagi yang menunggu giliran, ketika tiba-tiba pintu gudang terbuka dan masuk bergerombolan 6 pemuda berandalan lain, ternyata mereka juga ingin mendapat bagian memperkosa ciciku, John membagikan mereka nomor urut pada sebuah kertas, sehingga total pria yang akan menyetubuhi ciciku berjumlah 44 orang! lanjut baca!


Viral Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 2

Viral Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 2

 Tradingan.com - Akhirnya aku dibiarkan jatuh ke lantai setelah disodomi dua pemuda, lalu mereka kembali beramai-ramai memompa ciciku, total pria yang memperkosa ciciku itu paling sedikit ada 15 orang. Aku terkapar tak berdaya di lantai menahan rasa sakit pada anusku, sambil melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ciciku diperkosa habis-habisan.

Kini ciciku diletakkan di atas lantai beralas tikar, pemuda yang sedang menggilir ciciku melebarkan kaki ciciku sehingga membentuk seperti kaki kodok, dengan posisi itu ia menghujamkan batang kemaluannya yang panjang dan besar keluar masuk dengan cepat dan keras ke dalam liang kemaluan ciciku.


Sementara salah satu pria memaksa ciciku mengulum batang kemaluannya, sehingga mulut ciciku yang mungil penuh dengan batang kemaluan besar itu, kemudian pemuda yang memperkosa ciciku berganti posisi, ia menduduki tubuh ciciku lalu meletakkan batang kemaluannya yang panjang di antara dua bukit kembar ciciku. Tangannya mendempetkan buah dada ciciku hingga menjepit batang kemaluannya yang kemudian dimaju-mundurkan. Selang beberapa saat dari batang kemaluannya menyembur sperma yang menyemprot wajah dan leher ciciku, kemudian sisa-sisa spermanya dioleskan pada kedua buah susu ciciku.

Aku menutup mataku agar tidak melihat penderitaan ciciku, tapi masih saja kudengar rintihan ciciku yang semakin lama semakin lemah, gerombolan pemuda itu tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata kotor. “Ayo Brul.. entot cewek ini sampai mampus! Bombardir memeknya sampai ambrol.. ayo tarik toketnya.. cabut jembutnya!” Tiba-tiba aku merasa tubuhku ditendang dengan keras hingga terlentang, kulihat dua pemuda gay yang tadi memperkosaku mengelilingiku, “Hm.. ayo kita kerjain adiknya, hahaha..” pemuda itu berkata sambil meludahi wajahku, lalu aku dipaksa mengulum batang kemaluan salah satu pemuda itu, dengan rasa mual terpaksa kukulum juga batang kemaluan itu. Ingin rasanya kugigit batang kemaluan bajingan itu tapi aku takut mereka tidak segan-segan membunuh kami. Sementara aku merasakan batang kemaluanku dikocok-kocok oleh mulut pria yang satunya lagi, mereka mulai ingin menyodomiku lagi saat tiba-tiba pimpinan mereka John mendekat, “Sekarang giliran elo menikmati kakak elo ini.. elo kan sudah banyak belajar dari tadi! Hahaha..” lalu tubuh ciciku yang telah lemah lunglai dicampakkan ke atas tubuhku, aku memeluk tubuh ciciku yang telanjang bulat, sambil membelai rambutnya aku berbisik, “Tabah ya.. Ci..” walaupun aku sendiri sangat ketakutan, ciciku hanya dapat mengangguk lemah sambil menangis sesunggukan.

“Hei! kalian tunggu apa? ayo ngentotan! kita pingin liat nih.. yang cewek di atas!” seru John sambil mengacungkan parang yang membuat kami ketakutan, ciciku lalu menurut dan memasukkan liang kewanitaannya ke dalam batang kemaluanku yang memang telah menegang keras saat aku memeluk ciciku dan buah dada ciciku yang walaupun lengket oleh sperma, tapi terasa kenyal dan hangat menekan dadaku. Aku serasa berada di awang-awang saat batang kemaluanku menembus kemaluan ciciku yang beberapa jam lalu masih perawan, seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kemaluan yang sempit itu dan aku merasa batang kemaluanku dijepit dengan kenikmatan yang tiada taranya.

“Ayo kamu goyang adik elo selama dua menit! Setelah itu angkat memek kamu, adik elo harus masih ngaceng kontolnya, kalo cepat keluar, mending kita potong dan masak kontolnya buat makanan ayam!”

Ciciku lalu mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun, aku tak dapat menahan sensasi yang tak pernah kurasakan itu, dan baru beberapa detik ciciku memompa, aku telah mengalami ejakulasi dan spermaku menyemprot keluar, tidak terlalu banyak karena aku telah mengalami orgasme tadi. Ciciku juga merasakan aku ejakulasi, ia kini menggoyangkan pinggulnya maju mundur agar tidak ketahuan aku telah orgasme. Ciciku menggunakan rambut kemaluannya yang lebat membantu untuk mengelap cairan spermaku yang meleleh keluar dari liang kewanitaannya. Sementara batang kemaluanku yang masih berada di dalam kemaluan ciciku perlahan mulai mengecil. Lanjut baca!


Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 1

Kisah Sex Para Pemerkosa Yang Berutal 1

 Aopok.com - Cerita menyakitkan ini kualami satu setengah bulan yang lalu, yang menimpaku dan kakak perempuanku yang berusia 23 tahun, ia memiliki wajah yang manis dengan rambut panjang sebahu, tubuhnya tidak terlalu tinggi (157 cm) tetapi sangat proporsional dengan kulit putih mulus, yang mungkin disebabkan faktor keturunan karena kami memang keturunan Chinese. Ia tinggal di kota yang berbeda denganku, pada suatu hari dia datang ke kota tempatku kuliah untuk berlibur setelah kelulusannya, ia berencana berlibur selama satu bulan dan tinggal di rumah kontrakanku.


Pada suatu hari aku mengantarnya berbelanja ke mall hingga malam, kemudian setelah makan malam, iseng-iseng kami menonton film di bioskop. Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat bioskop bubar, saat kami berjalan pulang ke rumah kontrakanku, kami melewati jalan yang sepi, aku sudah memiliki rasa khawatir saat melihat di ujung gang tampak banyak sekelompok pemuda, ada yang bermain gitar, menyanyi, dan main kartu.

Aku dan ciciku berjalan cepat melewati mereka, salah seorang dari mereka mulai iseng bersiul, “Halo, berdua.. mau maen kartu bareng nggak?” aku menggeleng dengan sopan sambil terus berjalan, tiba-tiba di depan kami telah menghadang seorang pemuda bertubuh besar dan tegap, berkulit gelap dan tampak sangar, “Loe nggak kasih salam sama gue, heh?”

Aku lalu mencoba mengajak berbicara secara baik-baik sambil berharap ada orang yang lewat, tetapi tanpa kusangka pemuda itu meninju rahangku sehingga aku terjatuh, aku berusaha bangkit dan mencari kayu untuk membela diri, namun di saat yang bersamaan tendangan beruntun bersarang di kepala dan badanku, kudengar jeritan ciciku, sebelum dunia serasa gelap gulita.

Aku terbangun dengan kepala pening dan mengingat-ngingat apa yang terjadi, tanganku rasanya nyeri sekali, sesaat kemudian aku sadar ternyata tanganku terikat ke atas pada papan yang melintang dengan tali tambang yang kuat, aku tergantung di situ cukup tinggi, aku melihat ke bawah, dan melihat kakiku yang juga terikat tidak mencapai lantai, aku tersentak kaget menyadari tergantung dalam keadaan telanjang bulat, tanpa busana sama sekali.

Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasa-rasanya aku mengenali suara itu, saat pandanganku mulai jernih, aku melihat ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada meja kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit putih dalam keadaan tubuh nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang menutup payudaranya yang membukit indah, tali kutangnya telah terlepas sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang menggunung itu. Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja kecil itu hanya dapat menampung punggung gadis itu, sehingga kepala gadis itu jatuh menengadah. Di depan gadis itu tampak seorang pemuda bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang kudengar berasal dari gadis itu, samar-samar masih dapat kudengar, “Ooohh.. amppunn.. akkhh.. oohh.. jangann.. jangann.. oh.. sakit..”

Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip ciciku, atau memangkah gadis yang sedang diperkosa itu ciciku? Aku tidak pernah melihat ciciku telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu memang seperti postur tubuh ciciku. Setelah beberapa saat pandanganku semakin jelas, tampaklah bahwa gadis itu memang ciciku! Sweater, kaos dalam, celana jeans, dan celana dalam ciciku tampak berserakan di lantai. Aku melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak, lanjut baca!


Viral Kisah Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 3

Viral Kisah Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 3

 Iklans.com - Hari menjelang malam, ketika Dian pulang terburu buru melewati gang sempit itu. Tiba-tiba lengannya dicekal. Tono, salah seorang yang memegang fotonya menarik Dian ke balik pagar seng kumuh.

“Jangan Kak. Dak galak aku.” Dian menangis ketika melihat Tono sudah memelorotkan celananya.
“Terserah, kalau dak galak kusebar ke foto kau, biar lanang sekampung tahu kau biso dipake”
Dian dipaksa berjongkok.
“Ayo, isep.”


Dian dipaksa mengoral Tono. Tempat itu adalah bekas pembuangan sampah yang sudah dipagari seng. Dian dengan jengah memasukkan penis Tono ke mulutnya, kemudian mulai menyedot dengan cepat, berharap Tono segera ejakulasi. Tono mencengkeram kepala Dian yang bertopi itu kemudian menyetubuhi mulutnya. Diluar rumah Dian memang mengenakan topi. Dan hal itu malah semakin membuatnya merangsang.

“Pelorotkan jins kau Dian..”

Tono menarik Dian berdiri. Dian memang mengenakan kaos ketat dan jins ketat, walaupun berkerudung. Dian menangis, tapi ia tahu percuma membantah. Perlahan ia membuka kancing jinsnya kemudian menurunkan retsletingnya. Tono menelan ludah ketika jins itu merosot ke mata kaki. Dian mengenakan celana dalam mini berenda.

“Ayo, nunduk! Cepat.”

Dian dipaksa berpegangan pada sebuah bekas meja. Kemudian celana dalamnnya dipelorotkan menyusul jinsnya. Tono telah ngaceng berat. Tanpa ba bi Bu lagi ia menyodokkan penisnya ke vagina Dian dari belakang.

“Ukhhnnghh. Nghh!” Dian merasa ngilu di selangkangannya. Tono merasakan vagina Dian yang kering dan kesat menjepit penisnya, menimbulkan kenikmatan.

“Jeritlah kalau berani Dian. Uh! Uh! Uh!”

Tono mulai menyetubuhi Dian. Menyodok nyodok Dian hingga tubuhnya tersentak sentak. Dian mencengkeram pinggiran meja itu keras, menggigit bibirnya menahan jeritan kesakitan. Di samping seng terdengar beberapa orang lewat. Dian mati-matian menahan jgn sampai bersuara. Tono yang melihat itu semakin bernafsu memperkosa Dian. Kaos Dian digulungnya hingga leher sehingga ia bebas meremas remas payudara Dia n yang bundar menggantung. Bahkan Tono mencabut penisnya dan memindahkannya ke lubang dubur Dian.

“Ngngkh!! Nghh!!” Dian menggigit bibirnya.

Hampir terjerit. Dan Tono menungganginya seperti anjing. Hingga, croott.. Crrt.. Crrt. Spermanya memancar mengisi dubur Dian. Tono meremas buah pantat Dian dengan keras. Ia mencabutnya perlahan.

“Ohh.. Nikmat Dian. Besok lagi yo he he he.” Tono membenari celananya sambil menyeringai. Meninggalkan Dian yang terduduk lemas. Jin dan celana dalamnya di mata kaki. Lanjut Baca!


Viral Cerita Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 2

Viral Cerita Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 2

 Topoin.com - Dian terpucat melihat foto-foto yang diletakkan Romi diatas meja. Itu foto telanjangnya dan foto-foto adegan ketika ia digagahi beramai-ramai oleh orang malam itu.

“Nah, Dian sekarang nurut bae.. Tenang bae, aku janji tidak maen kasar.” Romi menyeringai sambil mengelus paha Dian.

Dian memang disuruh menjaga rumah itu sendirian bersama kedua ponakannya yang masih kecil yang sudah tidur. Hujan turun deras membuat udara malam itu dingin menggigit. Dian diam pasrah ketika Romi menariknya ke belakang.


“Tenang be Dian, kalau tidak nurut foto kau, kusebarkan di kampung kau. Biar tahu kalau kau biso dipakek.”
Romi menarik Dian kedapur, pintu depan belum ditutup. Dian mendesis tak berdaya.
“Tenang bae, Dian. Aku cuma sebentar..”

Romi mulai meraba-raba payudara Dian yang kencang, Dian memang sudah bersiap tidur hanya mengenakan t shirt dan celana pendek saja. Puting susu Dian yang runcing tampak menonjol keluar ketika Romi terus menggerayangi dada Dian. Dian me ng gigil ketika baju kaosnya ditarik ke atas lepas oleh Romi. Dengan tangannya Romi menarik tangan Dian yang berusaha menutupi dadanya yang telanjang kemudian mulai menggerayangi payudara gadis itu dengan mulut dan lidahnya.

Dian hanya dapat tersandar ketembok yang dingin sambil meringis-ringis ngilu ketika Romi menggigiti putingnya sementara tangannya dengan leluasa memelorotkan celana pendek Dian hingga jatuh ke lantai. Romi terbelalak melihat celana dalam sutra Dian yang berwarna putih dengan motif bunga itu begitu mini dan seksi. Tanpa menunggu lagi jilatan Romi turun ke perut Dian yang rata, pusarnya, kemudian lambat laun celana dalam Dian menyusul jatuh ke lantai. Romi melempar semua busana Dian jauh ke sudut. Dengan sedikit paksaan Romi membentang paha Dian kemudian menjilati vagina Dian

“Ohkk..”

Dian terdongak merintih ngilu, antara rasa nikmat, marah dan malu menguasai dirinya ketika kedua tangan Romi mencengkeram pantatnya, membuka lebar vaginanya kemudian menjilatinya dengan bernafsu. Nafas Dian terengah-engah tak terkendali mencoba menahan dirinya agar tidak terangsang.

Romi berdiri kemudian membuka baju dan celananya, hingga pakaian dalamnya, kemudian memegang penisnya yang panjang dan besar.

“Isep Dian, ayo. Kalau tidak ingin dikasari.”

Dian terpaksa berlutut dihadapan Romi, kemudian mulai menjilati batang penis Romi. Dian memejamkan matanya kemudian mulai mengocok Romi dengan mulut dan lidahnya. Romi menjambak Dian kemudian menggerakan kepala Dian maju mundur, menyetubuhi mulutnya. Suara berdecak-decak terdengar jelas disela deras air hujan. Dian berusaha semampunya agar Romi puas dan berhenti, ia menjilat, mengulum, mengocok sebisanya, mengingat film-film BF yang pernah dilihatnya. Romi mengerang-erang nikmat, tubuhnya sampai tersandar ke meja dapur,
“Ahh. Ohh. Diann. Kau memang seksi dan pintar.. Ohh..”

Tiba-tiba Romi menarik tubuh Dian kemudian mendudukkannya di atas meja pantry. Dian hanya diam sambil terengah-engah ketika Romi mengangkangkan kedua pahanya kemudian mulai menekan pinggulnya. Dian meringis ngilu ketika penis Romi yang keras dan besar itu menerobos vaginanya. Romi mulai menyetubuhi Dian, memperkosanya dengan bertubi-tubi. Dian hanya mendengus-dengus menahan diri. Kedua tangannya mencengkeram pinggiran meja dengan kencang. Peluh membasahi tubuh mereka berdua. Dian memejamkan matanya berharap Romi selesai, sementara lelaki itu terus menyentak-nyentak, mengeluar masukkan rudalnya ke dalam tubuh Dian yang padat dan langsing.

Dian terperanjat ketika membuka matanya, Ada lima lelaki bertubuh besar telanjang bulat di dapur itu! Ternyata Romi membawa teman-temannya dan mereka menunggu di mobil. Lanjut baca!


Viral Cerita Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 1

Viral Cerita Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 1

 Aopok.com - Dian adalah seorang gadis lulusan ESP sebuah universitas negeri terkemuka di Palembang. Tubuhnya langsing dan padat. Rambutnya pendek ala Demi Moore. Ia sangat gemar memakai pakaian ketat dan jins ketat. Banyak teman laki-lakinya yang berhasrat menggagahinya. Salah satunya adalah Romi.


Dian memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit. Suatu malam Dian minta Romi mengantarnya ke suatu acara. Dan Romi tahu inilah kesempatan terbaiknya. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk obat perangsang yang sangat kuat, dan sebuah tustel. Maka malam itu sepulang dari acara sekitar jam 9 malam, Romi sengaja mengambil jalan memutar lewat pinggiran kota yang sepi.

Dian terkejut merasakan sesuatu terjadi dalam tubuhnya. Ia merasa terangsang, sangat terangsang. Dian tak tahu Romi sudah mencampur minumannya dengan obat perangsang dosis tinggi. Lelaki itu tersenyum melihat Dian gelisah. Tiba-tiba Romi menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi.

“Dian, kau mau ini??” Romi tiba-tiba menurunkan retsletingnya, mengeluarkan penisnya yang talah mengeras dan membesar. Dian menatapnya terkejut, tubuhnya lemas tak berdaya,
“J.. Jaangan. Romi. Aku.. Harus balik.”

Romi menarik kepala Dian, menundukkan gadis itu, menghadapkannya pada penisnya. Dian tak bisa menguasai dirinya, langsung membuka mulutnya dan segera saja Romi mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Dian.

“Akhh..” Romi mengerang nikmat.

Dian menangis tak berdaya menahan gejolak nafsunya. Romi mulai menggerakkan kepala Dian naik turun, mengocok penisnya dengan mulutnya. Suara berdecak-decak liur Dian terdengar jelas. Tiba-tiba Romi menjambak rambut Dian hingga Dian tersandar kembali ke jok.

“Sudah..! Romi!! Sudah..!” Dian menangis sesenggukan, terengah-engah.

Tubuhnya lemas. Romi dengan cepat menarik kaos ketat Dian hingga lepas. Dada Dian yang kencang menculat keluar. Kemudian ia menurunkan retsleting jins Dian dengan tak sabar, memelorotkannya hingga lepas. Tubuh Dian yang langsing dan sintal itu kini hanya dibalut bra dan celana dalam katun hitamnya. Membuat Romi semakin bernafsu.

“Oii Dian, kau ni seksi nian. Aku ingin nelanjangi kau..”

Romi menarik Dian dan melentangkannya di jok belakang kijang itu. Dian hanya mampu manangis sambil terengah engah. Romi menarik celana dalam Dian dengan cepat, kemudian menarik putus branya. Dian telanjang bulat. Kemudian Romi mengambil sebuah tustel dan memfoto Dian beberapa kali. Romi membukai pakaiannya sendiri dengan bernafsu.

Dian terus menangis tak berdaya melihat kemaluan Romi yang besar dan panjang. Romi mulai mengangkangkan kaki gadis itu kemudian menindihi Dian dengan bernafsu. Payudara Dian yang kejal dan kencang disedot sedotnya hingga tubuh Dian menggeliat geliat tak menentu. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia